Softskill Pendidikan KewargaNegaraan ( Tugas 3 )
BAB 3
Ketahanan nasional
3.1 Latar belakang, tujuan nasional, falsafah dan ideologi Negara
3.1.1 Latar Belakang Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional, sebelum beralih kepada latar belakang yang terjadi bagaimana sebuah pengaruh mendatangkan sebuah ketahanan nasional, mari menilik terhadap ketahanan nasional itu sendiri. Ketahanan Nasional dalam E-Book dijabarkan sebagai “Kemampuan, kekuatan, ketangguhan, dan keuletan sebuah bangsa melemahkan dan atau menghancurkan setiap tantangan, ancaman, rintangan, dan gangguan. Dari penjabaran ini dapat kita tarik ke belakang tentang perjuangan Bangsa Indonesia itu sendiri dalam mendapatkan kemerdekaan. Semua hal berkaitan baik awal maupun akhir yang membentuk suatu ketahana nasional sampai sekarang.
3.1.2 Tujuan Nasional, Falsafah dan Ideologi
Ketahanan nasional tidak dapat berjalan tanpa adanya dasar, arah, dan juga sejarah yang ada sebagai pembentuk ketahanan nasional itu sendiri sehingga dapat belajar dari kelebihan dan kelemahan yang terus berjalan seiiring dengan zaman ke zaman. Dalam buku dijabarkan bahwa falsafah dan ideologi ketahanan nasional Indonesia terdapat pada Pembukaan UUD 1945
a. Alinea Pertama menyebutkan: “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Maknanya kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan penjajahan bertentangan dengan hak asasi manusia.
b. Alinea Kedua menyebutkan : “Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesian yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.” Maknanya adanya masa depan yang harus di raih (cita-cita).
c. Alinea Ketiga menyebutkan Maknanya bila Negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat yang merupakan dorongan spiritual.
d. Alinea Keempat menyebutkan : “Kemerdekaan dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaain abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Kuasa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.” Alinea ini mempertegas cita-cita yang harus di capai oleh bangsa Indonesia melalui wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3.2 Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia, Asas – asas Ketahanan Nasional
3.2.1 Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia
Ketahanan Nasional Indonesia diambil disini menurut para ahli
1. Kaelan
Keamanan nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu negara yang memiliki kemampuan dan ketangguhan dan mampu mengembangkan kekuatan nasional di nghadapi dan mengatasi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar atau dalam negeri, baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integrasi , identitas dan kelangsungan bangsa hidup dan negara dalam menjaga tujuan nasional.
2. Suradinata
Keamanan nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu negara yang memiliki kemampuan dan ketangguhan dan mampu mengembangkan kekuatan nasional di nghadapi dan mengatasi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar atau dalam negeri, baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integrasi , identitas dan kelangsungan bangsa hidup dan negara dalam menjaga tujuan nasional.
3.2.2 Asas – Asas Ketahanan Nasional dan Sifat Ketahanan Nasional
Asas Ketahanan Nasional I ndonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :
1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan negara.
2. Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
a. Mawas ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
b. Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
4. Asas kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.
SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA, Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai - nilai yang terkandung dalam landasan dan asas - asasnya, yaitu :
1. Mandiri
Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sencliti dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas. Integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).
2. Dinamis
Ketahanan nasional tidaklah tetap melainkan dapat meningkat dan atau menurun tergantung pada situasi dan kondtsi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. Oleh karena itu, upaya peningkatan ketahanan nasonal harus setalu diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
3. Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan namonal Indonesa secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan nasonal yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia.
4. Konsultasi dan kerjasama
Konsepsi ketahanan nasional Indonesie tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata telapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.
3.3 Pengaruh aspek Ketahanan Nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara, keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia
3.3.1 Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Berdasarkan rumusan pergerban ketahanan nasional dan kondisi kehidupan nasional Indortesra sesungguhnya ketahanan nasional merupakan gambaran dan kondisi sistem (tata) kehidupan namonal dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Tiap aspek dl datam tata kehidupan nasional relatif berubah menurut waktu, ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dlnamis schingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat sulit dipantau, karena sangat kompleks.
Dalam rangka pemaharnan dan pembinaan tata kehidupan nasional itu diperlukan penyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dan keadaan nyata, melalui suatu kesepakatan dan hasil analisa mendalam yang dilandasi teori hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan manusta/masyarakat dan dengan lingkungan. Berdasarkan pemahaman lentang hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar-aspek yang mendukung kehidupan yaitu :
a. Aspek yang berkaitan dengan alamiah bersilat statis meliputi aspek geografi, kependudukan, dan sumber daya alam
b. Aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat d inamis meliputi aspek ideologi, pditik, ekononn, sosial budaya dan hankam.
3.3.2 Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia
Suatu indikator tidak dapat dibandingkan dengan indikator lain, tetapi dapat berhubungan pada jalan konteksnya, sehingga indikator keberhasilan ketahanan Indonesia dapat dilihat dari cara masyarakat, baik seluruh komponen tak terluput dari semua aspek menghadapi tantangan dan ancaman yang menyerang dalam suatu Negara, beserta kerja sama baik dalam maupun luar.
Daftar Pustaka:
--> https://www.gurupendidikan.co.id/5-pengertian-pertahanan-negara-menurut-para-ahli-beserta-tujuannya/
--> E-Book Pendidikan KewargaNegaraan
Kamis, 30 Mei 2019
Minggu, 28 April 2019
Softskill Pendidikan Kewarganegaraan ( Tugas 2 )
WAWASAN NUSANTARA
https://drive.google.com/open?id=1XGshDTEjfm4GHpIysOniaTLrQaXUAhmt
WAWASAN NUSANTARA
2.1 Wawasan nasional suatu bangsa, teori kekuasaan dan teori geopolitik
• Wawasan nasional, paham kekuasaan dan teori geopolitik
Sebelum kita membahas tentang wawasan nusantara itu sendiri, alangkah baiknya untuk menelaah arti per arti dari sub tema diatas, dan menarik garis apakah berhubungan atau berbeda?
Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi dan interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah – tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.
Paham kekuasaan sendiri hakekatnya paham yang dapat menggunakan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, tetapi berbeda dengan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila yang sangat bertentangan dengan paham kekuasaan itu sendiri.
Teori Geopolitk adalah ilmu yang mempekajari gejala – gejala politik dari aspek geografi.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa ketiga pengertian diatas bersambung dan berpengaruh tergantung pada konteks yang diberikan pada aplikasi wawasan nusantara. Dalam pembahasan kali ini tiga pokok pembahasan disini harus ada dan saling terikat agar konteks wawasan nusantara ( khusunya kedaulatan dan kesatuan ) dapat diterima dan diaplikatifkan ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
• Paham kekuasaan dan geopolitik menurut bangsa Indonesia
Seperti materi diatas inti dari paham kekuasaan dan geopolitik haruslah mengacu pada ideologi yaitu Pancasila. Namun, pembahasan kali ini dimulai dari paham kekuasaan itu sendiri mempunyai banyak referensi dalam pengaplikasiannya, tetapi ada kesimpulan yang bisa didapat tentang paham kekuasaan yaitu hukum alam dan mengiya-kan segala cara. Ada hal – hal yang perlu dipertimbangkan juga untuk menjalankan suatu program dengan paham kekuasaan, disini pentingnya HAM itu ( sub-manusia ), Konferensi ( sub-sumber daya), dan sebagainya. Menilik kebelakang kita pasti tahu bahwa semboyan “Yang kuat Yang Berkuasa” sudah dikenal bahkan saat masih kecil, hal ini relatif tergantung dalam sistem pemerintahan ( sekarang ) atau sistem kerajaan.
Banyak contoh yang dapat kita ambil sebagai referensi yaitu: Tirani, dan Demokrasi. Sama sama sistem pemerintahan tetapi berbeda, tirani berdasarkan silsilah keluarga sedangkan demokrasi berdasarkan pilihan rakyat pada suatu Negara. Hal di atas juga belum bisa memberikan keterangan lebih pasti faktor apa yang membuat paham kekuasaan sangat penting dalam membentuk wawasan nusantara. Mari menelaah lebih jauh kata per kata. Wawasan dalam KBBI diartikan sebagai hasil mewawas, dimana wawas sendiri (meneliti; meninjau; memandang; mengamati). Sedangkan Nusantar dalam KBBI sebutan seluruh wilayah kepulauan Indonesia.
Dapat diambil fakta pertama bahwa wawasan ialah meneliti dimana meneliti pasti menemui kegagalan atau keberhasilan, prosesnya yang tidak cepat, perlunya variabel, dan juga data. Mari kita ambil data Indonesia sebagai Nusantara. Hal ini merupakan salah satu faktor kekuatan Indonesia disebut Bhineka dimana paham kekuasaan ini masih belum bisa dimasukkan ke faktor ini. Telaah lagi kedalam proses, dimana Indonesia dalam proses mencapai kemerdekaan hingga saat sekarang melalui proses yang panjang ( sambil belajar ). Hal ini dapat dikaitkan dengan paham kekuasaan karena dari proses itu lahirlah ideology bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Yang dimaksud kekuasaan disini bukanlah proses saat Indonesia sudah merdeka, tetapi proses pada saat Pancasila dirumuskan, paham disini mengacu kekuasaan di rakyat, dam oleh sebab itu segala keputusan yang ingin dibuat harusalah memperhatikan warga negaranya baik yang bertempat di ujung sekalipun untuk mencapai cita – cita bangsa sesuai Pembukaan UUD 1945.
Begitu juga dengan teori geopolitik, memasukkan unsur politik kepada kepunyaan Indonesia (alam), dapat kita lihat contohnya di “Perjanjian Laut Internasional” merupakan satu dari sekian cara (politik) mempertahankan alam Indonesia sendiri. Sebelum lahirnya suatu bangsa atau Negara, teori ini sudah ada dan diapilkasikan melalui Hukum alam, berhubungan dengan pokok pembahasan paham kekuasaan diatas. Namun, belum menilik kepada wawasan nusantara tersebut. teori, dibangun berdasarkan asumsi baik dari asumsi seseorang atupun kelompok dimana bisa dipakai sebagai acuan ataupun tidak dipakai. Teori tersebut, dalam penelitian pastinya sudah diteliti. Namun pada kenyataannya teori terkadang tidak sesuai dengan data pengamatan yang dilakukan.
Oleh sebab itu perlunya suatu teori acuan yang dipakai agar mempunyai satu bahasa komunikasi yang sambung meskipun dengan variabel yang berbeda. Menilik ketas tentang contoh pengaplikasian teori geopolitik, sebenarnya di dalam suatu Negara juga mempunyai teori gopolitik sendiri contohnya dapat dilihat dari kepunyaan sbuah sawah di desa yang dapat diakui dan masing masing merasa adil mendapatkan bagiannya. Berangkat dari contoh diatas, pentingnya sebuah acuan sebagai bahasa universal, agar semua rasa menjadi adil. Menilik dari contoh pengaplikasian teori geopolitik diatas dapat diambil garis melalui teori geopolitik, paham kekuasaan dan wawasan nusantara itu sendiri.
Dapat ditarik garis bahwa semuanya ini berhubungan karena paham kekuasaan dan teori geopolitik dilandaskan berdasarkan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan juga UUD 1945 yang terdapat cita – cita bangsa Indonesia. Oleh sebab itu program – program dari keputusan yang telah dibuat haruslah mewakili masyarakat ddan juga mensejahterakan masyarakat.
Lantas apa hubungannya dengan wawasan nasional sendiri?, ada hubungannya dapat dilihat bahwa cara pandang { wawasan nasional } hanya dapat dilakukan oleh manusia itu sendiri, kasus ini yaitu bangsa Indonesia yang mempertahankan alam ataupun kondisi lain sesuai dengan aturan yang ada tanpa harus mengiyakan segala cara dan juga mengikuti bebas aktif akan perubahan di dunia. (Mengacu pada ideologi Indonesia)
2.2 Wawasan nasional Indonesia, latar belakang filosofis, implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional, pengertian wawasan nusantara
• Wawasan Nusantara dan latar belakang filosofis dan wawasan nusantara
Dalam pengertiannya sendiri wawasan nusantara mempunyai banyak pendapat dari para ahli dan juga kelompok. “Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasayrakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional”. Menilik ke balakang tentang wawasan nusantara nilai yang dipakai dalam wawasan nusantara dari Ideologi Pancasila, itu sebabnya Pancasila dapat dikatakan adaptif terhadap perubahan zaman dan fleksibel tetapi tidak merubah isinya.
Latar belakang atau filosofis yang tepat untuk diambil sebagai acuan yaitu sejarah kemerdekaan Indonesia. Nilai – nilai kesatuan sanga kental terasa dalam menjaga keutuhan NKRI sampai sekarang kita masih bisa merasakannya, namun hal itu dapat hilang secara perlahan. Banyak faktor – faktor yang dapat diambil untuk melihat bagaimana proses kemerdekaan Indonesia membentuk wawasan bangsa Indonesia kedepan.
Pertama, kesatuan. Kesatuan yang dimaksud dapat berupa kesatuan fisik atau kesatuan jiwa, dimana hal ini terbentuk jika sama sama rasa saling membutuhkan satu sama lain. Fisik disana dapat kia ambil contoh seperti rapat atau sebuah musyawarah dimana semua dapat kumpul tepat waktu, mengacu pada hal ini kesatuan jiwa, adalah menerima hasil rapat atau musyawarah dimana kepentingan masyarakat harus diuitamakan dan sama sama menerima dengan lapang dada.
Kedua, Toleransi. Toleransi yang dimaksud seperti menghormati kehidupan berbangsa, bernegara. Dapat dilihat saling menghormati antar SARA.
Ketiga, Pendidikan. Pendidikan yang dimaksud disini dapat dipelajari dimana saja, seperti akademik di sekolah, tatabudi di sekolah ataupun di keluarga, ataupun karakter baik di keluarga;masyarakat;ataupun sekolah.
Masih banyak faktor – faktor penentu lain yang dapat diambil sebagai pembentuk wawasan nusantara suatu bangsa tetapi mengambil ketiga faktor diatas dapat pula menentukan bagaimana wawasan nusantara terbentuk tetapi, kembali lagi kita harus melihat landasan bangsa Indonesia itu sendiri yaitu Pancasila dan juga UUD 1945 beserta perundang undangan lainnya. Seperti yang kita ketahui juga sejarah pendidikan Indonesia diwarnai kisah kesenjangan dimana elit yang dapat menempuhnya, tetapi lambat laun putera bangsa pun yang melihat bahwa kesenjangan khususnya di dalam dunia pendidikan harus dihapuskan sehingga sampai sekarang kita dapat menikmati bangku sekolah dan juga ada bantuan dari pemerintah memfasilitasi.
Tetapi apakah hal ini sudah selaras dengan wawasan nusantara itu sendiri? Sudah.
• Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional
Wawasan nusantara haruslah mempunyai pengurah, tetapi pengaruh yang baik dapat kita lihat. Contoh pengaruh yng baik itu, dalam kehidupan pertahanan kemanan yaitu menumbuhkan kesadarancinta tanah air dan membentuk sikap bela Negara pada setiap warga negaranya. Kemudian kehidupan ekonomi yaitu menciptakan tatanan ekonomi yang benar – benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merta dan adil. Tetapi semuanya itu dapat terjadi apabila dimulai dari pola pikir untuk kepentingan Negara. Masih banyak implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional, seperti bagaimana bahasa Indonesia yang hampir seluruh daerah di Indonesia dapat menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa universal. Lalu, bagaimana Indonesia dapat mempunyai batas batas teritorial baik di darat, laut maupun di udara. Hal tersbut tetap deipengaruhi landasan dan kesadaran kita sebagai sesame manusia sebagai pelaku wawasan nusanatar itu sendiri.
• Pengertian Wawasan nusantara
Jadi, setelah uraian diatas tentang filosofis dan implementasi dapat dikatakan bahwa wawasan nusantara sendiri ialah pola pandang atau pola pikir yang menitikberatkan mendahulukan kepentingan suatu Negara dimana meluas yang meningkatkan suatu kuakitas hidup dalam hidup berbangsa dan bernegara. Hal ini dapat berlaku di hampir setiap bidang kehidupan manusia.
2.3 Landasan, unsur dasar dan hakekat wawasan nusantara
• Landasan Wawasan nusantara
Ada dua landasan yang digunakan sebagai acuan wawasan nusantara yaitu landasan ideologi ( Pancasila ), dan konstitusional ( UUD 1945 ). Apa faktor yang dapat mendasari wawasan nusantara tersebut? mari kita telaah dari landasan ideologi Pancasila.
Pancasila dalam sejarah perumusan melibatkan 3 tokoh dan ketiga tokoh tersebut mempunyai rumusan sendiri dan dipilih lah salah satu rumusan dari 3 tokoh tersebut. ( Hayo dibaca buku sejerahnya ). Hal yang dapat dilihat disini adalah manusianya yang menginginkan suatu dasar agar bangsanya tidak goyah keyakinan. Penjelasan diatas merupakan salah satu faktor terkuat. Dimana Pancasila pun mengalami perubahan.
Perubahan yang dimaksud ialah perubahan tentang isinya, sehingga diubah dan dapat mencakup semua kalangan bangsa Indonesia itu sendiri. Meskipun masih ada saja orang orang yang tidak menerima perubahan itu. Berjalan kearah tengah salah satu faktor kuat lainnya ialah manuisa yang mengamalkan dan melaksanakkan kehidupan sesuai dengan Pancasila sampai dengan sekarang sehingga Pancasila masih kokoh sampai sekarang. Salah satu faktor kuat selanjutnya adalah isi dari Pancasila tersebut, dan memang dapat ditarik garis lurus hubungan wawasan nusantaranya, dimana semua berdasarkan kepada kepentingan bangsa dan Negara dimana ada proses meneliti melalui hasil rapat perumusan sehingga Pancasila yang sekarang bisa kita amalkan.
Mari kta telaah lagi kepada landasan konstitusional wawasan Nusantara yaitu UUD 1945. Didalam landasan ini diatur segala ketentuan yang mencakup acuan peraturan yang ada beserta hak dan kewajiban bagi seorang warga Negara. Didalam UUD 1945 juga terdapat cita cita bangsa Indonesia pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Hal ini bukanlah suatu kebetuan bahwa dibuat berdasarkan kepentingan bangsa dan Negara Indonesia.dapat ditarik garis sambung bahwa hal diatas mempengaruhi wawasan nusantara tentang Indonesia yang semua aspek harus berjalan. Dimaksudkan disini kepada pola pikir masyarakat sehingga keadilan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
Lalu, bagaimanakah hubungan kedua landasan ini terhadap terbentuknya pola pikir wawasan nusantara Indonesia? Kedua landasan ini mempunyai tingkatan yang berbeda dimana Landasan idiil ( Pancasila ) lebih tinggi kedudukannya dari landasan konstitusional ( UUD 1945 )
• Unsur dasar wawasan nusantara
Sesuai dengan pengertian pemaparan diatas dapat diambil penentu suatu wawasan nusantara harus ada: wadah; isi; tata laku sesuai dengan ebook gunadarma penulis menyalin secara penuh karena materinya sudah berbobot.
1. Wadah ( Contour )
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat seba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik dan wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud infrastruktur politik
2. Isi ( Content )
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita – cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang berekembang di masyarakat mauoun cita – cita dan tujuan nasional seperti tersebut di atas bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional yang berupa politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Isi menyangkut dua hal, pertama realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersamadan perwujudannya, pencapaian cita – cita dan tujuan nasional persatuan, kedua persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
3. Tata laku ( Conduct )
Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari:
Tata laku batiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia
Tata laku lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia
Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas jati diri/ kepribadian bangsa berdasarkan kekluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan rasa nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.
• Hakekat wawasan nusantara
Hakekat wawasan nusantara adalah keuutuhan nusantara, yang dapat dilaksanakan dengan cara pandang yang menyeluruh demi kepentingan suatu Negara. Hal ini juga harus menjadi faktor penting dalam terwujudnya wawasan nusantara itu sendiri, baik dari keluarga masyarakat, dunia pendidikan, dan sebagainya agar bukan sekedar tulisan.
Bagaimana ketiga sub – bab materi diatas berhubungan dengan wawasan nusantara? Ketiga materi diatas bukanlah suatu yang berhubungan, tetapi merupakan kesatuan yang harus ada untuk menjalankan fungsi wawasan nusantara itu sendiri.
2.4 Asas wawasan nusantara, kedudukan, dungsi dan tujuan wawasan nusantara, era baru kapitalisme, keberhasilan implementasi wawasan nusantara
• Asas, arah pandang wawasan nusantara
1. Tujuan yang sama
2. Keadilan
3. Kejujuran
4. Solidaritas
5. Kerjasama
6. Kesetiaan terhadap kesepakatan
Dan sudah jelas arah dari wawasan nusantara itu sendiri bahwa mengacu kepada kesejahteraan masyarakat dimana pelaku yaitu masyarakat yang harus menjaga agar konsistensi wawasan nusantara tetap berjalan.
• Kedudukan, fungsi dan tujuan waawasan nusantara
Kedudukan suatu wawasan nusantara dapat dikatakan sebagai perwujudan yang ada pada landasan dalam kehidupan undang undang berbangsa dan bernegara. Maka, dapat dikatakan fungsi dari wawasan nusantara adalah perwujudan pengapilkasian dari landasan perundang udangan yang ada untuk membuat dan menyelenggarrakan suatu sistem yang meningkatkan kualitas hidup masyrakat
oleh sebab itu, tujuan wawasan nusantara itu sendiri adalah keutuhan dari cara pandang yang dapat meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat dan bernegara sebagaimana pelaku wawasan nusantara menjalankan wawasan nusantara tersebut.
• Tantangan implmentasi wawasan nusantara dengan adanya era baru kapitalisme
Sesuai dengan E-book implementasi wawasan nusantara harusalah ada pelaku yang menjalankan, cara terbaik dengan sosialisasi penyampaian materi – materi yang berhubungan dengan wawasan nusantara seperti bela Negara, kewargenagaraan, dan sebagainya.
Sosialisasi wawasan dapat terhalang karena adanya regulasi dari pemerintah, pelaku wawasan nusantara, maupun keadaan lingkungan dari luar. Untuk itu materi wawasan nusantara haruslah disusun sedemikian rupa dengan perundingan yang matang agar masyarakat bukan hanya sekedar mendengar tetapi memehami apa arti materi penunjang wawasan nusantara tersebut sehingga terbentuklah pemuda – pemudi bangsa yang tetap menjaga konsistensi substrat isi Negara Indonesia, sesuai dengan landasan idiil dan landasan konstitusional.
• Keberhasilan implementasi wawasan nusantara
Keberhasilan implementasi wawasan nusantara dapat dilihat dari tiga faktor, sejatinya banyak faktor yang dapat dijadikan indikator keberhasilan. Faktor faktor tersebut diantaranya:
1. Masyarakat, dimana masyarakat bertoleransi antar masyarakat itu sendiri dan berjiwa nasionalis
2. Pemerintah, dimana keputusan atau proram yang telah dibuat berdasarkan kepentingan masyarakat itu sendiri
3. Dunia luar, dimaksudkan disini, adalah bahwa pendapat mereka yang telah merasakan sebagaimana Negara yang wawasan nusantaranya untuk masyarakat.
Jadi dalam pembahasan kali ini, wawasan nusantara dapat diartiakan sebagai cara pandang menyeluruh terhadap kehidupan bangsa dan Negara ( Indonesia ). Oleh sebab itu perlunya sebuah acuan agar tidak kabur dan tidak buyar akan pandangan kedepan akan wawasan nusantara tersebut. Landasan – landasan acuan dalam wawasn nusantara itu ada dua yaitu landasa idiil oleh Pancasila dan landasan konstitusional oleh UUD 1945.
https://drive.google.com/open?id=1XGshDTEjfm4GHpIysOniaTLrQaXUAhmt
Selasa, 26 Maret 2019
Softskill Pendidikan KewargaNegaraan (Tugas1)
PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
1.1 Latar belakang Pendidikan Kewarganegaraan
dan kompetensi yang diharapkan, pengertian Negara dan bangsa, hak dan kewajiban
warganegara
Pendidikan kewaragenagaraan sendiri
dilatarbelakangi oleh perjuangan para pahlawan dalam andilnya kemerdekaan
Indonesia. Nilai sejarah yang sudah terjadi seperti kesatuan, nasionalis,
membuat arti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ( INDONESIA ). Tetapi
seiring waktu nilai itu Nampak pudar dihapus zaman yang sudah mulai lekat dengan
era globalisasi.
·
Latar belakang pendidikan kewarganegaraan,
landasan hukum, tujuan pendidikan kewarganegaraan
Pendidikan kewarganegaraan bukanlah hal yang tabu
diucapkan atau asing didengar, kata ini muncul di sistem pendidikan yang
bermula dari SD sampai jenjang perkuliahan pun tetap ada. Berkaitan dengan tema
diatas latar belakang pendidikan kewarganegaraan berasal dari nilai nilai
kemerdekaan yang melekat dari generasi ke generasi.
Secara tersndiri pula, pendidikan kewarganegaraan
mempunyai suatu landasan hukum acuan http://veraryanty.blogspot.com/2015/04/landasan-hukum-dan-tujuan-pendidikan.html . halaman url yang diambil dari
3 sampel yang dipilih penulis.
Pendidikan kewaraganegaraan sendiri mengacu pada
undang – undang yang berlaku agar pelaksanaannya tidak melenceng yang secara
garis besar untuk mencapai cita – cita Bangsa Indonesia dalam pembukaan Undang
– Undang Dasar 1945https://www.putra-putri-indonesia.com/pembukaan-uud.html.
Diambil dari web, terkhusus alinea ke 4.
Oleh
sebab itu betapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan karena mempelajari nilai
nilai semangat kemerdekaan yang langsung mengacu pada tujuan Undang – Undang
Dasar 1945.
·
Pengertian Bangsa dan Negara sekaligus hak dan kewajiban
Terlepas dari sub tema diatas warga Negara sendiri
pastinya tinggal di suatu Negara. Jadi apa itu Negara? Apa itu bangsa? Dan apa
yang membuat kedua hal tersebut selaras arti? “Bangsa adalah orang orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarah
serta berpemerintahan sendiri.”
“Negara adalah
suatu organisasi dari sekelompok atau bebrapa kelompok manusia yang sama – sama
mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang
mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok
manusia tersebut.”
Dari pemaparan arti kedua hal ini, dapat diatarik
kesimpulan bahwa pemerintahan merupakan unsur penting berdirinya suatu bangsa
dan suatu Negara yang berarti mengacu pada konstitusi atau perundang – undangan
dimana bersifat memaksa.
Suatu Negara dapat dikatakan Negara ( ada dua unsur )
1.
Konstitutif (fisik)
2.
Deklaratif (non-fisik)
Oleh sebab
itu, warga Negara sudah pasti warga yang ada dalam suatu Negara mematuhi hukum
yang ada di suatu Negara tersebut. Bukan berarti warganegara dalam kehidupan
sehari – hari terus melakukan sesuatu tanpa menikmati sesuatu, dari kasus ini
muncul hak dan kewajiban. Analogi dasar yang mampu diterima bahwa kewajiban itu
yang dilakukan dan hak itu yang didapat. Maka tercapai pula tujuan dan cita
cita bangsa Indonesia melalui hak dan kewajiban ini
https://www.putra-putri-indonesia.com/warga-negara.html.
Sebagai contoh dapat dilihat dari hallaman url tersebut garis besar hak dan
kewajiban yang dimana hak itu sendiri lebih mengacu kepada Hak Asasi Manusia.
1.2 Pemahaman tentang demokrasi, system
pemerintahan Negara dan perkembangan pendidikan pendahuluan bela negara
Pendidikan kewaragenagaraan sendiri
dilatarbelakangi oleh perjuangan para pahlawan dalam andilnya kemerdekaan
Indonesia. Nilai sejarah yang sudah terjadi seperti kesatuan, nasionalis,
membuat arti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ( INDONESIA ). Tetapi
seiring waktu nilai itu Nampak pudar dihapus zaman yang sudah mulai lekat
dengan era globalisasi.
·
Konsep demokrasi, bentuk demokrasi dan system
pemerintahan negara
Sejarah pernah mencatat bahwa Negara Kesatuan Republik
Indonesia mengalami pasang surut dalam penerapan aplikatif sistme pemerintahan
Negara tersebut. https://www.anri.go.id/assets/collections/files/mkn-56-for-web-568c89e02ab4a.pdf
dalam URL tersbut dapa dilihat sewaktu merdeka pun Indonesia belum memiliki
system pemerintahan yang berazaz PANCASILA. Menarik kembali materi diatas,
“Demokrasi” apa itu dan bagaimana perananya dalamsuatukonsep?http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/24118/1/EKO%20PRASETYO.pdf
atau di URL ini ( Hal. 29 – 40 ).
https://www.kbbi.web.id/demokrasi,
dapat disimpulkan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang (dari, oleh,
dan untuk) rakyat. Oleh sebab itu,
konsep demokrasi selaras dengan isi dari pancasila yang dapat digunakan sebagai
acuan sistem pertahanan negara. Lanjutan tersebut dapat diketahui bahwa bentuk
demokrasi bangsa Indonesia ialah “Demokrasi Pancasila”.
·
Perkembangan pendidikan pendahuluan bela negara
Bela Negara,
kata ini muncul ketika sebuah Negara punya satu daktor khusus yaitu rakyatnya. Sebelum
beralih pada pembahasan isi sesuai subpoin diatas, https://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2016/08/UU_no_20_th_2003.pdf.
Dapat dilihat dari URL diatas, bagaimana pentingnya suatu acuan Undang – Undang
untuk menetapkan suatu tujuan yang dicapai. Bela Negara sendiri sudah ada
ketika peristiwa kemerdekaan Indonesia, dengan kata lain nilai ini diwariskan
dari generasi ke generasi.
1.3 Pemahaman Tentang Hak Azazi Manusia
·
Hak Azazi Manusia
Hak Azazi
Manusia, adalah hak yang sudah ada melekat sejak manusia lahir bersifat universal
dan tidak diganggu gugat. Tetapi dalam
pelaksanaanya di Indonesia, tetap mengacu pada Ideologi Negara (Pancasila) dan
juga Undang – Undang Dasar 1945. Bukan berarti berbanding lurus dengan
aplikatif Pancasila, tetapi tetap berpegang pada Pancasila.
Oleh sebab itu dapat diambil kesimpulan
bahwa nilai bela Negara harus ada dalam sebuah bangsa, dan dapat dijalnkan
dalam bentuk apapun contoh disini adalah bidang pendidikan. Dapat dikatakan
juga Negara kalau tidak ada Negara sama saja kosong ataupun Negara punya warga Negara
tetapi warga Negara tidak ada rasa bela Negara sama saja kosong. Jadi, mulai
dari hal yang kecil dahulu.
Jumat, 30 November 2018
INDUSTRIALISASI
A.
Masalah Lingkungan Yang Terjadi Dalam Pembangunan
Industri
Perlu kita ketahui bahwa pembangunan sendiri mempunyai
dampak, yang data berbentuk fisik maupun non fisik, dan disini penulis
mengambil dampak fisik yang terkait dengan lingkungan. Dalam masalah ini,
lingkungan yang dimaksud berjalan pada semua aspek baik itu masalah limbah,
SDM, SDA. Dari sekian banyak penulis mencari referensi peraturan yang ada,
diambilah satu peraturan yaitu UU No. 3 Tahun 2014 tentang perindustrian
Berikut link download yang tersedia :
Penulis
mengutip dari Bagian Kedua “Industri hijau”, Pasal 77 sampai pasal 83
Hal yang dapat diambil tentang
ketentuan industry Hijau ialah :
·
Bahan Baku, bahan penolong, dan energi;
·
proses produksi;
·
produk;
·
manajemen pengusahaan;dan
·
pengelolaan limbah
Dari data
diatas inilah masalah maasalah yang sering terjadi dalam pembangunan industry
B. Keracunan Bahan Logam atau metalloid
yang diakibatkan oleh industrialisasi
Melihat tema submateri diatas, keracunan yang terjadi pada bahan logam
pun bisa diklasifisikan bermacam – macam tergantung pada perusahaan yang
memproduksi material mengandung unsur logam tersebut, dan resiko bahaya terkena
pun dapat bermacam – macam
Penulis juga kurang informasi dalam hal ini, oleh sebab itu, mengutip
dari suatu artikel
C. Keracunan bahan organis yang diakibatkan oleh
industrialisasi
Pencemaran terjadi
akibat bahan beracun dan berbahaya dalam limbah lepas masuk lingkungan hingga
terjadi perubahan kualitas lingkungan, Sumber bahan beracun dan berbahaya dapat
diklasifikasikan:
1.
Industri kimia organik maupun anorganik
2.
Penggunaan bahan beracun dan berbahaya sebagai bahan baku atau
bahan penolong
3.
Peristiwa kimia-fisika, biologi dalam pabrik.
Lingkungan
sebagai badan penerima akan menyerap bahan tersebut sesuai dengan kemampuan.
Sebagai badan penerima adalah udara, permukaan tanah, air sungai, danau dan
lautan yang masing masing mempunyai karakteristik berbeda.
Air
di suatu waktu dan tempat tertentu berbeda karakteristiknya dengan air pada
tempat yang sama dengan waktu yang berbeda, Air berbeda karakteristiknya akibat
peristiwa alami serta pengaruh faktor lain. Kemampuan lingkungan untuk
memulihkan diri sendiri karena interaksi pengaruh luar disebut daya dukung
lingkungan. Daya dukung lingkungan antara tempat satu dengan tempat yang lain
berbeda, Komponen lingkungan dan faktor yang mempengaruhinya turut menetapkan
nilai daya dukung. Bahan pencemar yang masuk ke dalam lingkungan akan bereaksi
dengan satu atau lebih komponen lingkungan. Perubahan komponen lingkungan
secara fisika, kimia dan biologis sebagai akibat dari bahan pencemar, membawa
perubahan nilai lingkungan yang disebut perubahan kualitas.
Limbah
yang mengandung bahan pencemar akan mengubah kualitas lingkungan bila
lingkungan tersebut tidak mampu memulihkan kondisinya sesuai dengan daya dukung
yang ada padanya, Oleh karena itu penting diketahui sifat limbah dan komponen
bahan pencemar yang terkandung. Pada beberapa daerah di Indonesia sudah
ditetapkan nilai kualitas limbah air dan udara. Namun baru sebagian kecil.
Sedangkan kualitas lingkungan belum ditetapkan. Perlunya penetapan kualitas
lingkungan mengingat program industrialisasi sebagai salah satu sektor yang
memerankan andil besar terhadap perekonomian dan kemakmuran bagi suatu bangsa.
Penggunaan air yang berlebihan, sistem pembuangan yang belum memenuhi syarat,
karyawan yang tidak terampil, adalah faktor yang harus dipertimbangkan dalam
mengidentifikasikan sumber pencemar. (Copy-paste)
D. Cara
Perlindungan Masayarakat yang Berada di Sekitar Perusahaan Industri
Masyarakat
sekitar suatu perusahaan industri harus dilindungi dari pengaruh-pengaruh buruk
yang mungkin ditimbulkan oleh industrialisasi dari kemungkinan pengotoran
udara, air, makanan, tempat sekitar dan lain sebagainya yang mungkin dapat
tercemari oleh limbah perusahaan industri.
Semua
perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran
lingkungan dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul
bebas dari bahan yang bisa meracuni.
Untuk
maksud tersebut, sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus
diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari bahan
apa yang dikeluarkan. Bila gas atau uap beracun bisa dengan cara pembakaran
atau dengan cara pencucian melalui peroses kimia sehingga uadara/uap yang
keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan yang
mengandung partikel/bahan-bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan,
penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut
menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya.
Pemilihan
cara ini pada umunya didasarkan atas faktor-faktor
a) Bahaya tidaknya bahan-bahan buangan
tersebut
b) Besarnya biaya agar secara ekonomi tidak
merugikan
c) Derajat efektifnya cara yang dipakai
d) Kondisi lingkungan setempat
Selain
oleh bahan bahan buangan, masyarakat juga harus terlindungi dari bahaya-bahaya
oleh karena produk-produknya sendiri dari suatu industri. Dalam hal ini pihak
konsumen harus terhindar dari kemungkinan keracunan atau terkenanya penyakit
dari hasil-hasil produksi. Karena itu sebelum dikeluarkan dari perusahaan
produk-produk ini perlu pengujian telebih dahulu secara seksama dan teliti
apakah tidak akan merugikan masyarakat.
Perlindungan
masyarakat dari bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk-produk
industi adalah tugas wewenang Departeman Perindustrian, PUTL, Kesehatan dan
lain-lain. Dalam hal ini Lembaga Konsumen Nasional akan sangat membantu
masyarakat dari bahaya-bahaya ketidakbaikan hasil-hasil produk khususnya bagi
para konsumen umumnya bagi kepentingan masyarakat secara luas.
Berdasarkan
data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi
sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai
berikut,
• sembrono dan tidak hati-hati
• tidak mematuhi peraturan
• tidak mengikuti standar prosedur
kerja.
• tidak memakai alat pelindung diri
• kondisi badan yang lemah
Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab
yang tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24% dikarenakan lingkungan
atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73% dikarenakan perilaku yang
tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah
dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di
atas.
(copy-paste)
Pembangunan Industri, Pertumbuhan
Ekonomi dan Lingkungan Hidup
Memahami
Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri
Seringkali
ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup,
karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup
adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya.
Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di
sebut ekologi.
Lingkungan
hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya.
Teknologi
yang dikembangkan dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan akan
menunjukan pertumbuhan ekonomi. Struktur suatu negara dapat dilihat dari
berbagai sudut tinjauan. Dalam hal ini, struktur ekonomi dapat dilihat
setidak-tidaknya berdasarkan empat sudut tinjauan, yaitu :
1. Tinjauan Makro-Sektoral
2. Tinjauan keruangan
3. Tinjauan penyelenggaraan
kenegaraan
4. Tinjauan birokrasi pengambil keputusan
Berdasarkan
tinjauan Makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris,
industrial, atau niaga tergantung pada sektor produksi apa yang manjadi tulang
punggung perekonomian yang bersangkutan.
Berdasarkan
tinjauan keruangan, perekonomian dapat dikatakan berstruktur. Tergantung pada
wilayah tersebut dan teknologinya yang mewarnai kehidupan perekonomian itu.
Berdasarkan
tinjauan penyelenggaraan kenegaraan, menjadi perekonomian yang etatis,
egaliter, atau borjuis. Tergantung siapa atau kalangan mana yang manjadi peran
utama dalam perekonomian yang bersangkutan. Bisa pula struktur ekonomi dapat
dilihat berdasarkan tinjauan birokrasi pengambil keputusannya. Dengan sudut
tinjauan ini, dapat dibedakan antara struktur yang sentralis dan destanslitis.
Kamis, 08 November 2018
·
KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN
·
MUTU LINGKUNGAN HIDUP
·
HUBUNGAN LINGKUNGAN DENGAN PEMBAGUNAN
·
PENCEMARAN DAN KERUSAKAN HIDUP OLEH PROSES
PEMBANGUNAN
Sebelum masuk kepada materi
pembahasan kali ini, penulis ingin menjabarkan arti dari kata pembangunan itu sendiri,
pembangunan proses, cara, perbuatan membangun, dapat dikatakan pembangunan itu sendiri adalah proses atau langkah
dalam membentuk sesuatu yang mempunyai tujuan berbeda tergantung pada saat
terpikirnya pembangunan tersebut.
Pembangunan dapat dibagi dalam
pembangunan fisik dan pembangunan non fisik. Yang dimaksud fisik disini ialah
yang dapat kita lihat, raba, dan rasakan atau dapat diterima oleh indera kita.
Sedangkan yang non fisik dapat kita sebut juga sebagai pembangunan mental, atau
rohani, atau jiwa. Pembangunan tidak terlepas dari resiko yang ada. Pada kasus
ini penulis membahas secara pembangunan fisik. Terkadang pembagunan yang
berjalan tidak terpikir secara matang akan resiko yang terjadi, sehingga ketika
di tengah jalan muncul masalah yang baru, baru mengambil langkah
penanggulangan. Pembangunan juga harus melibatkan semua aspek dalam
pengerjaanya. Contoh yang dapat kita ambil adalah kasus pembangunan jalan
selang seling yang akan dibahas di bab bab selanjutnya.
Mari kita masuk pada pembahasan
bab pertama
KEBERLANJUTAN
PEMBANGUNAN
Dalam
suatu pembangunan perlulah adanya landasan atau dasar yang tetap agar kokoh
berdiri dan tidak melenceng dari tujuan yang ada. Analogi yang dapat diambil
seperti membangun rumah, jika tidak dibuat dasar terlebih dahulu dan langsung
buat rangka rumah, jika ada goncangan datang apakah yang terjadi? Silahkan
dijawab hehehehe.
Pembangunan
perlu dukungan dari pihak yang bersangkutan bukan berarti semua pihak boleh
ikut, perlu adanya pembatasan terhadap satu aspek agar keseimbangan pembangunan
dapat terlaksana
Landasan
dalam pembangunan, penulis mengambil dari internet tentang landasan pembangunan
nasional dan kebanyakan dari artikel, dan tanya jawab di internet Landasan
Pembangunan Nasional berlandas pada
1. Landasan
Idiil Yaitu Pancasila
2. Landasan
Konstitusional Yaitu UUD 1945
3. Landasan
Operasional Yaitu GBHN
Namun untuk
kasus sekarang pun pembangunan memang belum merata secara penuh, tetapi sudah
mulai dimeratakan, baik dalam hal fisik, tetapi penulis belum tahu apakah sudah
mulai merata pembangunan mental. Keberlangsungan pembangunan dapat dilihat
berhasilnya ketika masyarakat dapat merasakan dampak landasan yang dijalankan
sebagai pembangunan nasional
MUTU
LINGKUNGAN HIDUP
Berbicara
tentang mutu, menurut KBBI daring mutu adalah ukuran baik buruk suatu benda;
kadar; taraf atau derajat. Ukuran suatu pembangunan dikatakan baik ketika suatu
pembangunan dikatakan efektif dan efisien. Penilaian suatu mutu itu dikatakan
tidak tetap karena setiap orang mempunyai pemikiran yang berbeda. Jadi dapat
diambil suatu bentuk tetap yaitu Pancasila yang dimana isi dari sila – silanya
dapat mewakili tujuan dan cita cita pembangunan nasional.
HUBUNGAN
LINGKUNGAN DENGAN PEMBANGUNAN
Pada dasarnya pembangunan yang
baik akan membantu lingkungan beradaptasi lebih baik bukan berarti pembangunan
kurang bagus maka kuaitas lingkungan akan buruk, namun memang cenderung jika
baik lingkungan pun akan baik. Seringkali karena suatu kondisi lingkungan pun
maka diadakan pembangunan untuk dijadikan ke suatu arah yang dituju, ada pula
yang membangun tanpa memperhatikan kondisi lingkungan yang dibangun.
Pencemaran
dan kerusakan hidup oleh pembangunan
Dalam suatu proses pembangunan
tidak dapat dipungkiri akan resiko yang muncul salah satunya pencemaran. Pencemaran
yang lebih ditekankan disini adalah pencemaran fisik seperti pencemaran air,
pencemaran udara, pencemaran tanah, dan lain lain. Dan yang pasti mengakibatkan
berkurangnya mutu lingkungan hidup dan menimbulkan ketidakseimbangan lingkungan
hidup.
Dapat kita lihat satu contoh
kasus sederhana. (kasus ini diambil benar
adanya, tetapi penulis kurang informasi dan hanya bisa menyampaikan sebagian
informasi)
Jalan Selang Seling atau cross
road
Dalam contoh kasus ini, mari kita
melihat kembali dan mengaplikasikan 4 bab bahasan tadi untuk mencari titik temu
suatu pembangunan dikatakan baik.
Jalan selang seling atau cross
road ini dibangun diatas kali yang berlokasi di jalan binataruna raya, penulis
biasanya menyebut lokasi itu sebagai Gudang. Jalan Binataruna raya, Jakarta
Timur Kel/Kec Pulogadung 13260
Tujuan dari pembangunan ini untuk
meminimalisir kemacetan ketika dua mobil bersimpangan masuk ke jalan tersebut.
Sebelum cross road diidekan, ketika ada dua mobil berlainan arah masuk di jalan
itu, maka satu mobil harus mengalah mundur, dan hal itu dapat memakan waktu
orang pulang dan pergi.
Oleh sebab itu, muncul ide
membuat cross road tersebut.
Seperti ini kurang lebih
contohnya. Jika ada dua mobil nanti masuk dari berlainan arah, satu mobil dapat
masuk dari cross road tersebut dan menunggu satu mobil lewat. Dari penjabaran
ini kita tahu bahwa langkah pembangunan ini cenderung efisien dan efektif
tetapi, mari kita melihat dari awal.
Selain dari tujuan yang ada,
pembangunan crossroad ini bisa dikatakan melibatkan sebagian apparat masyarakat.
Dimaksud disini para Ketua RT dan RW. Menindaklanjuti kasus masalah yang ada. Setelah
dibangun dan diresmikan dalam awal tahap pelaksanaan semua aman dan tertib
bahwa fungsinya hanya sebagi jalan selang seling sementara.
Kembali pada pembangunan, memang
meimbulkan polusi udara karena debu dengan pengikisan dinding selokan atau kali.
Tetapi itu hanya sementara. Untuk peraturan sendiri pun tidak ada namun ketika
pembangunan berjalan adanya pemberitahuan untuk apa pembangunan ini sehingga
dapat dimengerti. Secara keseluruhan pun tidak terlalu mengganggu mutu
lingkungan hidup
Dan pembangunan ini cuup efektif
dan efisien.
Langganan:
Postingan (Atom)
Softskill/APE/4 Jose Geraldo 16417425 3IB04 Salam Sejahtera bagi kita semua, pada saat ini, penulis akan mempublikasikan tugas dari...
-
3. Konsep Nilai Uang terhadap Waktu Metode untuk mengestimasikan proyeksi arus kas yang terkait dengan fasilitas di Rusia mirip denga...
-
PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1.1 Latar belakang Pendidikan Kewarganegaraan dan kompetensi yang diharapkan, pengertian Negara...
-
SOFTSKIL EKONOMI TEKNIK PENYUSUTAN HARGA Salam sejahtera bagi kita semua, kesempatan kali ini penulis ingin membahas penyusutan harga ...